Tips Jitu Agar Kamu Nggak Jadi Messenger Berita Hoax


Media sosial saat ini tidak hanya sebatas media untuk berkomunikasi dengan teman maupun kerabat, atau sarana aktualisasi diri melalui foto, video dan status. Kita ambil contoh di facebook, bentuk-bentuk status pada awalnya hanya sebatas tentang keseharian kegiatan si pengguna, kini telah menjadi semakin bervariasi. Ada yang berupa konten promo dagangan, ceramah agama, doktrinisasi, propaganda, bahkan kebohongan (hoax).

Kebohongan (hoax) ini menjadi berbahaya karena berpotensi menimbulkan konflik dan tersebar dengan relatif cepat. Hal itu dapat terjadi karena pada dasarnya, kebanyakan orang ingin menjadi pahlawan. Mereka ingin menyebarluaskan suatu kabar yang menurutnya penting, layaknya nabi-nabi menyebarluaskan firman Tuhan. Sayangnya niat baik itu banyak dimanfaatkan oleh orang-orang jahat untuk menyebarluaskan kebohongan (hoax) tersebut.

Belakangan, mereka biasanya membuat konten kebohongan dengan memanfaatkan isu-isu sensitif yang masih menjadi perhatian banyak orang. Seperti isu pelecehan agama, teori konspirasi tentang ancaman terhadap masyarakat lokal dan kedaulatan negara, hingga secara spesifik menyerang salah satu bakal calon dalam pemilu.

Agar kamu tidak ikut-ikutan jadi tenaga sukarela penyebar kebohongan itu, kamu bisa memeriksa kelayakan suatu wacana/konten melalui beberapa hal.

Jauhkan diri dari HOAX !
depoktik.co.id

1. Lokasi Dimuatnya Konten/Wacana Tersebut

Indikasi hoax-nya semakin kuat jika konten itu dimuat di grup Facebook tertutup yang dari judul grupnya sudah memihak salah satu golongan politik atau agama tertentu. Terlebih pada golongan-golongan garis keras. Jika konten itu dimuat secara terbuka oleh akun resmi seorang akademisi, tokoh, profesional, atau pejabat pemerintahan yang memiliki reputasi yang bagus, maka indikasi hoax-nya semakin kecil.

2. Tidak Dimuat oleh Akun Yang Terindikasi Klonengan

Terdapat istilah yang dikenal dengan “akun klonengan”. Akun ini tidak memiliki identitas yang jelas. Foto profilnya biasanya tidak memuat potret seseorang, kadang nama akunnya bersifat nickname atau 4l4y, data profilnya terlihat diisi dengan asal-asalan, tidak ada dokumentasi foto yang bersifat personal dalam jumlah yang cukup wajar, dan di wall-nya tidak ada interaksi personal yang menunjukan interaksi si pengguna akun dengan teman-teman atau kerabatnya dalam jumlah yang wajar pula. Akun seperti ini biasanya digunakan untuk menerbitkan dan menyebarluaskan konten kebohongan.

3. Sumber Datanya Jelas

Jika memuat suatu data, kontennya mesti memuat sumber atau referensi data wawancara dari seseorang yang tidak bersifat anonim.

4. Reputasi Penerbit Wacana

Jika konten tersebut bersumber dari suatu portal berita, maka portal berita itu mesti memiliki reputasi, alamat, dan kontak redaksi yang jelas dan tidak fiktif.

Your reaction?
LOL LOL
0
LOL
OMG OMG
0
OMG
LOVE LOVE
0
LOVE
!@#$@ !@#$@
0
!@#$@
WTF WTF
0
WTF
ANGRY ANGRY
0
ANGRY
CUTE CUTE
0
CUTE
HAPPY HAPPY
0
HAPPY
DAMN DAMN
0
DAMN

Komentator karbitan, pemuja rambut pendek, dan teh tawar

Comments 1

Leave a Reply

log in

reset password

Back to
log in