Menabung Untuk Hari Depan Itu Tak Kalah Pentingnya Dengan Traveling


“Aduhhh, weekend gue nggak ikut nongkrong deh, lagi ngirit nih. Mau Nabung buat traveling ke Raja Ampat, abis itu langsung ke Maldives, trus ke Trinidad lanjut Timbuktu”. Kamu tentu pernah mendengar ujaran semacam ini. Saat ini, traveling emang udah menjadi kebutuhan generasi milenial. Saking pentingnya, mereka sampai rela ngeluarin banyak duit untuk traveling. Mungkin kamu salah satu yang ngelakuin ini. Dengan traveling, kamu bisa lebih mengenal dunia, kebudayaan lain, refreshing, dan yang pasti bisa pamer foto di sosmed. Tapi, kamu juga harus inget kalau traveling bukanlah hal terpenting. Kamu tetep alokasiin dana untuk hari depanmu nanti. Salah satunya rumah/tempat tinggal. Emangnya kenapa harus gitu? Simak pemaparan yakalee berikut ini!

ultimagz.com

Harga Rumah Tidak Semurah Secangkir Kopi

Sebuah lembaga konsultan pekerja asal Amrik, ManPower Group memiliki beberapa catatan kurang baik tentang generasi milenial. Generasi ini dikenal terlalu konsumtif dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi milenial cenderung lebih mementingkan apa yang mereka posting di medsos, daripada rencana masa depan. Salah satu dampaknya adalah generasi milenial terancam tidak punya rumah. Padahal, kepemilikan tempat tinggal juga hal yang tak kalah penting, bahkan bisa dibilang terpenting. Karena rumah masuk dalam kebutuhan primer, masih pada inget kan pelajaran IPS kelas 3 SD tentang Sandang, Pangan, Papan (a.k.a rumah).

Setiap tahun harga rumah terus naik seiring inflasi. Kenaikan gaji tahunan hampir mustahil menyamai kenaikan harga rumah maupun properti lain. Gaya hidup konsumtif semakin membuat generasi milenial di perkotaan terancam tidak bisa membeli rumah. Hal ini diperkuat dengan data BPS dan World Bank yang menyatakan bahwa harga rumah saat ini lebih “akrab” dengan orang yang penghasilannya Rp 12 juta ke atas. Menabung menjadi cara yang paling efektif agar bisa membeli rumah, karena harga rumah tidak semurah harga secangkir kopi di coffee shop ternama.

Kondisi Ekonomi Tidak Melulu Stabil

Pepatah lama mengatakan jika hidup itu bagaikan roda yang berputar. Terkadang di atas, terkadang di bawah. Begitu pula dengan kondisi ekonomi, tidak selamanya perekonomian stabil. Banyak hal yang memengaruhi seperti kondisi keamanan, politik, dan lainnya. Tidak selamanya kondisi keuangan kantor kamu dalam keadaan baik. Kamu beresiko di-PHK kapan aja. Makanya, punya tabungan adalah sebuah keniscayaan. Lebih-lebih kamu juga bisa mulai investasi. Agar jika ada suatu saat kamu di-PHK, negara lagi krisis ekonomi, ataupun ada kondisi tak terduga lainnya, kamu masih punya tabungan bisa diandalkan.

Traveling Dibutuhkan, Tapi Juga Harus Dibatasi

Traveling dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk melepas kepenatan. Datang ke tempat baru, bertemu orang baru, dan menikmati pengalaman baru bisa didapatkan dengan traveling. Pikiran akan segar kembali, sehingga produktivitas dalam pekerjaan dapat meningkat. Tetapi, traveling juga harus dibatasi. Masa depan tidak pernah pasti. Kondisi ekonomi (negara maupun individu) tidak bisa selalu stabil. Menabung dan berinvestasi menjadi pilihan yang bijak, agar generasi milenial bisa terus survive. Pengeluaran untuk traveling dan nongkrong di kedai kopi ternama patut dikurangi, jika tidak ingin tercekik dengan tuntutan biaya hidup yang terus meroket.

Your reaction?
LOL LOL
0
LOL
OMG OMG
1
OMG
LOVE LOVE
0
LOVE
!@#$@ !@#$@
0
!@#$@
WTF WTF
0
WTF
ANGRY ANGRY
1
ANGRY
CUTE CUTE
0
CUTE
HAPPY HAPPY
0
HAPPY
DAMN DAMN
0
DAMN

Pemikir, perenung, pemerhati alam semesta, manusia dan kebudayaan

Leave a Reply

log in

reset password

Back to
log in