Melirik Peluang Emas di Tengah Lesunya Kondisi Ekonomi


Hai gaes, kali ini kita bakalan ngomongin hal yang agak serius, yaitu tentang kondisi ekonomi. Tapi kamu jangan ilfeel dulu, mau nggak mau kehidupan kamu dipengaruhi kondisi ekonomi. Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu pakar ekonomi Indonesia, bapak Rhenald Kasali menulis sebuah artikel di sebuah media daring, tentang kelesuan ekonomi di Indonesia saat ini. Tulisan tersebut cukup memancing kontroversi, ada yang setuju ada nggak. Biasa lah ya, namanya juga netizen! Sebenarnya kayak gimana sih isi artikelnya?

Pasar Glodok yang kehilangan pembeli. winnetnews.com

Daya Beli & Perilaku Milenial

Dalam tulisan bertajuk “Daya Beli Terpuruk, Tetapi Jalan Semakin Macet” pendiri Rumah Perubahan ini mengatakan bahwa lesunya perekonomian dipengaruhi oleh perilaku kaum milenial (kamu yang lagi baca artikel ini). Salah satunya kebiasaan berbelanja online. Kebiasaan ini dituding sebagai penyebab sepinya pengunjung toko-toko di Pasar Tanah Abang dan Pusat Elektronik Mangga Dua.

Kebiasaan berbelanja konvensional mulai ditinggalkan karena faktor minimnya kepraktisan dan harga yang cenderung lebih mahal daripada belanja online. Pertumbuhan e-commerce dewasa ini bak cendawan di musim hujan. Hal itu adalah bukti betapa kebiasaan berbelanja sedang berubah. Lingkungan bisnis online a.k.a e-commerce sedang menggeliat, dan diprediksi ke depannya terus tumbuh.

Kurangi Nyinyir, Ciptakan Peluang Bisnis Baru

“There is always opportunity, in every crisis”

Pepatah di atas patut untuk dijadikan motivasi untuk menghadapi kelesuan ekonomi yang tengah terjadi.  Alih-alih nyinyir dan mengutuk keadaan ini, lebih baik melakukan hal positif yang lebih bermakna. Mengkritik pemerintah boleh, bahkan harus dilakukan sebagai bentuk pengawasan. Tapi jangan setiap saat juga kamu nulis status nyinyir, followernya kamu nanti malah jengah. Mood kamu juga bakalan jelek kalo nyinyir mulu. Daripada ngabisin tenaga, energi dan quota untuk nyinyir di medsos, mendingan kamu melirik peluang emas dari lambatnya pergerakan ekonomi belakangan ini.

Perubahan perilaku konsumen adalah turning point untuk membuka peluang bisnis baru. Kondisi tersebut didukung dengan penetrasi internet yang semakin meluas. Meskipun terkadang kecepatan dan kestabilan koneksinya sangat menyedihkan, seperti kisah cinta Romeo dan Juliet. Tetapi setidaknya, bisnis e-commerce tetap bisa berjalan. Pertumbuhan e-commerce yang pesat juga tidak bisa dianggap enteng.

Oleh karena itu, mulai sekarang kamu bisa mulai melirik kira-kira apa yang akan kamu jual di jagad maya. Mau jualan barang? atau menawarkan jasa? semua bisa udah ada marketplacenya. Kamu bisa mulai pilih marketplace yang sesuai sama selera dan kebutuhan kamu. Ada berbagai kemudahan bisa didapatkan dengan berbisnis online. Fleksibilitas tempat berbisnis salah satunya. Kamu tidak perlu menyewa kantor ataupun toko, di dalam kamar kos pun bisnis sudah bisa jalan. Asalkan kamu punya koneksi internet yang mumpuni, pundi-pundi rupiah bisa mengalir deras ke kantongmu.

 

Nb: Kamu boleh banget ya nggak setuju sama artikel ini, jadi segala uneg-uneg, bantahan, kritik, saran atau apa saja bisa kamu tulis di kolom komen ya!

 

Your reaction?
LOL LOL
1
LOL
OMG OMG
0
OMG
LOVE LOVE
1
LOVE
!@#$@ !@#$@
2
!@#$@
WTF WTF
1
WTF
ANGRY ANGRY
0
ANGRY
CUTE CUTE
1
CUTE
HAPPY HAPPY
0
HAPPY
DAMN DAMN
2
DAMN

Pemikir, perenung, pemerhati alam semesta, manusia dan kebudayaan

Leave a Reply

log in

reset password

Back to
log in