Jujur Itu Hebat, Tapi Nggak Gampang : Belajar dari Kisah Pilu Amelia


Hey gaes, yakalee balik lagi setelah lama bersembunyi dalam gua kehampaan diri. Kali ini kita bakalan ngomongin tentang kisah Amelia yang meninggal karena bunuh diri. Dia adalah seorang siswi SMK 3 Padang Sidempuan,  Sumatera Barat. Katanya sih dia tertekan karena diintimidasi sama guru dan pihak sekolah. Hemmmm, sedih ya ! Sebenernya gimana sih kejadiannya?

hentikan nyontek, mulailah bersikap jujur posbali.id

Kronologi

Jadi ceritanya dia bikin status di facebook yang isinya ngungkapin kasus kecurangan a.k.a nyontek pas lagi UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di sekolahnya . Karena postingannya, Amelia diancam sama salah satu oknum guru bakalan dipenjara dan denda sebesar 750 juta. Tapi, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Sumatera Utara bilang kalo alasan Amelia bunuh diri itu bukan karena itu, tapi karena masalah ada keluarga. Nggak tahu juga sih, tapi sampe sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan.

Nilai Kejujuran Yang “Diperkosa”

Terlepas simpang siurnya alasan Amelia bunuh diri, kejadian ini tetap membuat kita miris. Mengapa kecurangan semacam ini terus terulang? Lembaga pendidikan yang harusnya menanamkan nilai kejujuran justru memperkosa dan mencabik-cabik nilai kejujuran itu sendiri. Udah jadi rahasia umum kalo UN pasti pada nyontek berjamaah. Bahkan pihak guru juga mendukungnya. Sungguh ironis ya. Hemmh.  Coba kamu pikir deh, kalo UN nya nyontek, terus buat apa kamu bimbel di sekolah sampe sore. Kadang malah bimbel lagi di lembaga lain. Buat apa belajar selama tiga tahun? Buat apa? Buat apa?

Kenapa Jujur Itu Susah?

toriau.co

Yakalee nggak mau nyalahin siapa-siapa, cuman sedih saja. Udah dibikin UN berbasis komputer, masih aja dicurangin. Sebenernya masalahnya dimana? Apa standar UN nya ketinggian? Jadi pada takut nggak lulus, Apa pada males belajar? Terus apa pada nggak berani menghadapi kenyataan? Kayaknya sih masalahnya memang complicated, tapi semua itu nggak bisa jadi alasan untuk berbuat curang.

FYI aja, Amelia bukan yang pertama menderita karena menjunjung tinggi nilai kejujuran . Dulu itu ada Alif seorang siswa kelas 6 SD di Surabaya. Ia yang menolak memberikan contekan saat ujian. Ibu Alif, Siami terpaksa harus ikut meluruskan persoalan ini ke pihak berwajib. Akhirnya, tiga orang guru yang memaksa Alif memberikan contekan dicopot dari jabatannya. Warga pun mengusir bu Siami sekeluarga. Jahat Ya! Mereka menganggap Alif dan Ibunya terlalu membesar-besarkan masalah dan mencoreng nama baik sekolah maupun desa.

Jadi orang jujur emang baik, bahkan menjadi keharusan. Orang tua kalian pasti ngajarin itu kan. Tapi nggak ada jaminan bersikap jujur bakalan mudah. Kalian bisa aja ngalamin hal yang lebih buruk dari dua orang di atas. Karena nggak mudah, kejujuran harus diajarin dan ditanemin sejak dini. Nah, apa jadinya kalo ada anak yang jujur justru malah dibully kayak gitu?

Jujur Ngungkapin Perasaan

Karena pengajaran nilai jujur yang nggak maksimal, nggak heran pas udah gede kita semua susah bersikap jujur. Hal itu berdampak pada meningkatnya populasi jomblo di era milenial ini. Mereka sulit jujur ngungkapin perasaan ke gebetan, makanya status jomblo nggak pernah lepas. Makanya, mulai sekarang mulai tanemin kejujuran dalam segala hal.

Your reaction?
LOL LOL
0
LOL
OMG OMG
1
OMG
LOVE LOVE
2
LOVE
!@#$@ !@#$@
0
!@#$@
WTF WTF
0
WTF
ANGRY ANGRY
2
ANGRY
CUTE CUTE
0
CUTE
HAPPY HAPPY
0
HAPPY
DAMN DAMN
2
DAMN

Pemikir, perenung, pemerhati alam semesta, manusia dan kebudayaan

Leave a Reply

log in

reset password

Back to
log in