Alasan Kenapa Kamu Gak Perlu Unfriend/Unfollow/Block Temen Di Medsos


Akhir-akhir ini media sosial riweh, riuh dan ramai dengan berbagai komen. Salah satunya karena adanya demo 4 November 2016. Suara netizen terbelah seperti perasaan orang yang baru patah hati #hikssss. Ada  pihak yang pro demo 4 November, dan ada juga pihak yang menentang demo tersebut. FYI aja, yakalee sempet nguping pembicaraan di toilet ni gaes, beberapa teman sempet ngomongin kalo mereka sempet unfriend teman di facebook gara-gara debat soal isu ini. Sebenarnya, kamu nggak perlu segitunya sih gaes. Masak kamu rela kehilangan pertemanan cuma karena perbedaan pendapat? Nggak Kan? Nah, Yakalee mau sharing ini beberapa alasan kenapa kamu nggak perlu unfriend teman di medsos, cuma karena perbedaan pendapat.

unfriend, hapus pertemanan, debat, medsos, twitwar, opini
indolah.com

Tau Pandangan Politiknya

Tak bisa dipungkiri bahwa hampir sebagian besar yang lalu lalang di timeline media sosial isinya berkaitan sama politik. Bagi kalian yang suka dan ngikuti berbagai perkembangan terbaru terkait politik tentu ini bisa jadi referensi yang baik, kalian jadi bisa tau pandangan politik mereka. Sementara bagi kalian yang gak suka sama politik ya cukup tau aja kalau misal si A dukung ke calon mana, jadi nanti pas ngobrol dan ketemu dijalan gak salah topik dan menyinggungnya atau pas ketemu bisa scroll scroll dulu di timelinenya buat tau pandangan politiknya.

Tau Isu Apa Aja Yang Lagi Heboh

Selain isu politik, ada banyak hal lain nan absurb yang juga kadang dishare dan diretweet di media sosial yang tidak jarang terselip diantara tumpukan postingan berbau politik. Informasi semacam ini yang kadang cukup menarik untuk disimak, misal saja seperti update informasi terkait adiknya Raffi Ahmad yang udah bisa masak telor sendiri, Syahrini yang beli perhiasan baru, atau malah berita diujung dunia lain yang ngasih tau bahwa ada mayat ditemukan ditengah sawah padahal sebenernya itu hanya orang gila yang lagi ketiduran. Informasi-informasi semacam ini bisa menjadi bahan untuk basa basi jika kalian sudah mentok tidak ada tema lain untuk dibasa-basikan.

Tau Level Kepintarannya

Beberapa orang me-share dan me-retweet berbagai informasi yang bahkan mereka sendiri tidak membacanya atau menelaahnya lebih dalam, mereka sharing itu hanya  karena judulnya bombastis dan sepaham dengan jalan pikiran dan ideologinya. Nah orang-orang seperti ini paling mudah dikenali di media sosial, biasanya ketika dikomentari postingannya mereka akan dengan santainya berkilah “gue cuma share”, “dari grup sebelah, gue gak tau apa-apa”, “gak sengaja kepencet share” dan berbagai alasan lainnya yang justru akan menunjukkan level kepintarannya. Jika kemudian ketemu dengan mereka dijalan, orang seperti ini sebaiknya jangan diolok-olok karena mereka sudah cukup menderita hidup dengan level kepintaran yang pas-pasan, cukup diajak ngobrol saja dengan topik-topik ringan yang tidak perlu banyak kerja otak untuk memprosesnya.

Mungkin Mereka Khilaf

Khilaf memang tidak mengenal waktu dan tempat, tapi yang namanya khilaf itu biasanya cuma sesekali saja atau ya dua kali juga masih boleh lah. Mereka ini cukup mudah dikenali di media sosial, biasanya jarang posting atau share berita tertentu tiba-tiba saja dia share tentang hal itu. Yang seperti ini masih bisa dimaafkan karena mereka tidak akan membanjiri timeline media sosial kita, bagai buih di lautan, postingan mereka akan berlalu begitu saja tertelan ombak yang sedang pasang.

Kalau Lawan Jenis, Bisa Jadi Bahan Pedekate

Nah kalau ini untuk kalian yang masih berada pada zona nyaman kejombloan yang setiap harinya cuma scroll scroll timeline berharap ada tulisan “udah putus nih”, “lagi berantem sama dia”, “udah sebulan gak dichat”. Ibarat pepatah mengatakan, sudah jatuh tertimpa janda. Hal-hal semacam ini menjadi motivasi dan semangat tersendiri bagi para jombloers diluar sana untuk melakukan serangan lanjutan. Postingan-postingan berbau politik atau cuma re-share topik hoax terbaru juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan pedekate yang mantap nan jitu asal kalian tau bagaimana cara meramunya, salah meramu maka siap-siap saja kalian akan kembali ke zona nyaman kejombloan.

Biar Bisa Doain Mereka

Ini alasan terkahir, kalau orang-orang seperti mereka sudah tidak mempan dikasih tau dan dinasihati maka cukup didoakan saja, semoga segera bisa dipertemukan dengannya. “Nya”nya pakai huruf kecil, maksudnya jalan yang benar 😛 . Bukankah doa yang baik adalah doa seorang teman kepada teman lainnya dimana teman yang didoakan tidak mengetahui bahwa dia sedang didoakan? katanya sih begitu. Jadi sambil scroll timeline a.k.a linimasa kita juga bisa meraih banyak pahala dengan banyak berdoa, semakin banyak orang-orang share berita hoax maka semakin banyak pahala kita karena mendoakan mereka 😉

Demikian, berbagai alasannya, jika masih ada yang kurang atau ingin menambahkan bisa dimasukkan pada kolom komentar dibawah.

Your reaction?
LOL LOL
0
LOL
OMG OMG
0
OMG
LOVE LOVE
0
LOVE
!@#$@ !@#$@
0
!@#$@
WTF WTF
0
WTF
ANGRY ANGRY
1
ANGRY
CUTE CUTE
0
CUTE
HAPPY HAPPY
2
HAPPY
DAMN DAMN
0
DAMN

Hey! there. I am a huge anime fan and a blogger. I love to hear and write about anything.

Leave a Reply

log in

reset password

Back to
log in