Benih-Benih Semangat Warga Kampung Berseri di Belantara Kota Depok


Lingkungan kumuh, got tersumbat, pemandangan gersang tidak akan Anda temui di kampung ini. Tak seperti perkampungan urban lainnya, kampung RW 16 ini begitu asri dan nyaman ditinggali. Apa yang membuat warga kampung sukarela menghijaukan lingkungannya?

 

Pada awal 1980an, banyak perumahan yang dibangun untuk kalangan menengah di pinggiran ibukota. Tak terkecuali sebuah kampung RW 16, perumahan besutan perumnas yang terletak di Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok. Sebagai perkampungan baru pemandangannya masih tandus dan gersang. Jangankan tanaman, beberapa bangunan pun masih dihuni ilalang dan rumput liar.

“Dulu kawasan ini masih sepi, dan masih banyak rumah kosong yang ditumbuhi alang-alang dan rumput liar, jadi terlihat gersang dan tak terawat.” ujar Bapak Soemarno, ketua RW 16 Kelurahan Baktijaya.

Kini suasana tersebut sudah berubah total. Perkampungan yang ada di tengah Kota Depok ini sudah asri dan nyaman. Bagaimana mungkin perubahan ini bisa terjadi? Sulitkah menciptakan kampung asri di sekitaran ibukota? Apa saja rahasianya? Simak perjalanan saya menyusuri lingkungan RW 16 yang ditetapkan menjadi Kampung Berseri Astra (KBA) kota Depok.

dokumentasi pribadi

Suasana Kampung

Saat memasuki lingkungan kampung, saya disambut dengan tanaman hias berjajar rapi di sepanjang gang. Sama sekali tak terlihat suasana kumuh seperti sampah berserakan, air got yang kelam dan mampet, serta jalanan gersang. Pemandangan ini sungguh memanjakan mata. Penataan lingkungan RW 16 ini memang sangat rapi, nyaman dan asri. Heran? Sudah pasti, pasalnya selama saya tinggal di ibukota hampir tidak pernah saya menemui kampung seasri ini.

Kampung RW 16 ini memang benar-benar berbeda. Saat memasuki kampung, kita disambut dengan gapura yang diiringi dengan deretan tanaman hijau sepanjang gang. Meski tidak ada pohon besar, nuansa hijau tetap terpancar dari setiap rumah. Beragam tanaman kecil dalam pot menjadi sumber kesejukan. Tentu saja kampung ini tidak menjadi hijau dengan sendirinya. Dibutuhkan partisipasi aktif dan kesadaran penuh dari warga agar lingkungan berseri terus terjaga.

Membina Warga yang Majemuk

Sebagai ketua RW 16, Bapak Soemarno tidak sendiri, ia dibantu oleh beberapa pejabat RW, salah satunya ibu Dwi Hastuti, ketua PKK RW 16. Mereka bahu membahu membantu meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan. Cara yang dilakukan adalah dengan mendekati warga secara personal. Tentu diperlukan kesabaran ekstra tinggi untuk mengajak warga dalam kegiatan kampung. Bapak Soemarno tak jarang mendapat penolakan atau pengabaian dari beberapa orang warganya. Meski demikian, Bapak Soemarno tidak menyerah dan terus mengajak warga dengan cara-cara yang persuasif.

Seperti perkampungan di wilayah urban lainnya, warga kampung RW 16 ini juga sangat majemuk. Tidak ada yang benar-benar menjadi warga asli, karena dulunya daerah ini adalah lahan kosong yang kemudian dibangun perumahan. Warga dari berbagai suku, latar belakang pendidikan, profesi, hingga agama datang menghuni kampung ini. Pluralitas ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam memimpin warga di kampung ini. Diperlukan konsensus bersama agar keteraturan kampung bisa diwujudkan. Oleh karena itu, rapat bulanan dari perwakilan tiap RT (Rukun Tetangga) pun selalu rutin diadakan.

Memupuk “Nasionalisme”  Warga Kampung RW 16

Hingga kini, para pejabat RW tak henti-hentinya berjuang untuk meningkatkan kesadaran warga untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Perlu disadari bahwa orang urban sangat berbeda dengan orang-orang di perdesaan yang memiliki banyak waktu luang. Sehingga, lebih mudah mengajak mereka bekerja bakti ataupun rapat untuk mencapai mufakat. Karena mayoritas dari mereka memiliki latar belakang yang sama. Memimpin warga yang majemuk tentu memiliki tantangan yang lebih besar.

Namun dengan semangat dan kesabaran para pejabat RW, kesadaran warga pun pelan tapi pasti mulai terbentuk. Perasaan saling memiliki kampung dan solidaritas secara perlahan mereka rasakan. Warga RW 16 memang tidak memiliki ikatan darah, persamaan nasib, dan kesamaan etnis, namun mereka tinggal bersama. Semangat mereka kini sama yakni menciptakan lingkungan tempat tinggal yang asri dan nyaman.

Tidak berlebihan jika kita menganggap solidaritas warga RW 16 bagaikan “nasionalisme” dalam sebuah negara. Perasaan menyatu, semangat untuk hidup bersama, hingga kesamaan visi menjadi kunci “nasionalisme” warga kampung RW 16. Nantinya, “nasionalisme” warga inilah yang menjadi bahan bakar untuk selalu menghidupkan setiap kegiatan di RW 16. Tanpa paksaan dan dengan sukarela warga akan berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang nyaman.

Integrasi Visi Empat Pilar: Lingkungan, Pendidikan, UMKM, Kesehatan

Bank Sampah: Salah satu perwujudan visi empat pilar. dokumentasi pribadi

“Nasionalisme” warga RW 16 tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya visi yang menjadi dasar jalannya kegiatan. RW 16 memiliki visi empat pilar yakni lingkungan, pendidikan, UMKM, kesehatan. Semua kegiatan di RW 16 akan bermuara pada keempat visi tersebut. Masing-masing visi tidak berjalan sendiri tetapi terintegrasi satu dengan yang lain. Satu kegiatan bisa mengandung keempat visi sekaligus.

Lingkungan yang asri akan membuat penghuninya merasa nyaman. Namun, kenyamanan adalah sesuatu yang diraih sehingga diperlukan partisipasi dari warga.  Warga RW 16 sangat aktif berpartisipasi untuk menciptakan kenyamanan. Mereka menjalankan program satu rumah 20 tanaman. Program ini telah berhasil menghijaukan kampung RW 16 ini.

Tak hanya tanaman hias, ada juga beragam tanaman obat keluarga. Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga untuk menjadikan rumah mereka tampak hijau, asri, sejuk dan membawa banyak manfaat. Selain untuk mencapai visi lingkungan, program ini juga sekaligus mengedukasi warga tentang agar lingkungan dapat membawa manfaat kesehatan. Ditambah lagi dengan keberadaan tanaman obat untuk menjaga kesehatan keluarga.

Geliat UMKM terlihat pada pembuatan souvenir dari barang-barang bekas. Bahan baku diambil dari bank sampah yang dikelola oleh RW 16. Warga ibu-ibu lansia menjadi actor dalam kegiatan ini. Selain mendapatkan keuntungan secara ekonomi, karya mereka juga mendapat penghargaan.

Tanggalkan Ego, Mari Turun Tangan!

Partisipasi warga dalam setiap kegiatan dapat eksis karena setiap warga berhasil menanggalkan ego masing-masing. Selain itu, keteladanan yang ditunjukkan para pejabat RW 16 ikut menumbuhsuburkan partisipasi warga. Pejabat RW 16 turun tangan dalam berbagai kegiatan. Mereka memberi contoh bagaimana lingkungan sehat dan asri itu tercipta. Selain sebagai ketua PKK, Ibu Dwi Hastuti juga menjadi sekretaris di RT nya. Setiap tahun, RTnya selalu memenangkan kejuaraan kerapian dan kebersihan gang. Tak heran, gang di rumahnya nambah selalu hijau. Ia mengaku tak pernah lelah mengingatkan warga agar selalu menjaga kebersihan.

Sebagai ketua RW 16, Bapak Soemarno juga selalu berada di garis depan saat bekerja bakti membersihkan lingkungan. Tidak hanya memberi perintah, ia juga langsung turun tangan bekerja bakti dengan semua warga. Baginya yang terpenting adalah visi empat pilar dapat tercapai sehingga RW 16 menjadi lingkungan yang selalu berseri.

Kampung Berseri Luar dan Dalam

Wujud edukasi untuk kesadaran lingkungan. dokumentasi pribadi

Berdasarkan fakta-fakta di atas, tidak mengherankan jika kampung RW 16 ditetapkan menjadi Kampung Berseri Astra (KBA) pada tahun 2015. Penetapan ini sangat memperlancar kegiatan di lingkungan kampung RW 16. Kini, kampung RW 16 benar-benar berseri tidak hanya dari luar, tapi juga dari dalam. Berseri dari luar karena nuansa hijaunya dan berseri dari dalam karena partisipasi warganya. Digerakkan oleh “nasionalisme” kampung, warga bahu-membahu menciptakan lingkungan yang nyaman. Empat pilar visi yang ditetapkan semakin memupuk semangat mereka dalam menciptakan kampung yang selalu berseri. Bapak Soemarno berharap capaian RW 16 dapat memberi inspirasi dan semangat bagi kampung-kampung lain di seluruh Indonesia.

Your reaction?
LOL LOL
0
LOL
OMG OMG
0
OMG
LOVE LOVE
2
LOVE
!@#$@ !@#$@
2
!@#$@
WTF WTF
0
WTF
ANGRY ANGRY
0
ANGRY
CUTE CUTE
0
CUTE
HAPPY HAPPY
0
HAPPY
DAMN DAMN
1
DAMN

Pemikir, perenung, pemerhati alam semesta, manusia dan kebudayaan

Comments 2

    1. owh maaf om baru bales. Sori admin yakalee baru on lagi nih. Abis hiatus lama banget. Iya, kampung-kampung tersebut sudah dibina dan bekerja sama dengan Astra.

Leave a Reply

log in

reset password

Back to
log in