5 Kesalahan dalam Menabung yang Harus Kamu Hindari


Hari gajian sudah tiba, tetiba kamu pun merasa jadi orang kaya. Baru dapet duit pasti pengennya beli ini, beli itu. Hati-hati itu cuma khayalan semu, semuanya akan sirna setelah tanggal muda berlalu. Makanya, biar nggak larut dalam “kekayaan semu”, kamu harus menabung. Dengan menabung, kamu bisa mendapatkan kekayaan yang hakiki. Meskipun demikian, nyatanya banyak orang yang melakukan kesalahan dalam menabung. Kesalahan-kesalahan ini seringkali malah membuat kondisi keuangan semakin memburuk. Apa saja kesalahan yang sering dilakukan dalam menabung ? Check this out!

hipwee.com

Menabung Karena Gengsi

Motivasi yang keliru saat menabung, bisa berdampak buruk pada keuangan kamu. Menabung yang karena gengsi adalah salah satu kekeliruan motivasi saat menabung. Misalnya kamu menabung untuk beli Iphone 8, cuma karena biar keliatan keren pas lagi di tongkrongan. Padahal penghasilkan kamu nggak seberapa. Asal tau aja harga gadget itu selalu turun setiap tahun. Jadi, bisa dibilang nabung kamu itu sia-sia. Ingat ! harga rumah itu tidak semurah secangkir kopi.

Ekspektasi yang Tidak Realistis

Kesalahan berikutnya saat menabung adalah ekspektasi tidak realistis. Hal ini terjadi karena keinginan menabung yang tidak terkontrol, sehingga jumlah uang yang ditabung menjadi terlalu banyak. Misalnya kamu dalam setahun ngumpulin uang buat beli mobil, padahal gaji kamu masih setara freshgrade. Bisa aja sih, cuma nggak setahun juga. Biaya operasional buat makan, naik angkot, beli quota internet jadi berkurang. Alhasil, karena kekurangan tersebut kamu malah “pecahin” terus tabungan kamu. Tak jarang tabungan di rekening kamu malah nggak bersisa. Tanpa proses penyesuaian yang tepat, menabung bisa jadi bencana.

Memangkas Pengeluaran Secara Membabi Buta

Poin ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Karena keinginan menabung yang tinggi, kamu jadi memangkas semua pengeluaran secara membabi buta. Alhasil, kebutuhan-kebutuhan primer kamu malah tidak terpenuhi dengan baik. Misalnya karena pengen ngirit kamu jadi beli indomie terus. Memang bikin kenyang sih, tapi kan nutrisinya kurang. Akhirnya kamu sakit dan malah rugi kan ! Jadi, sebaiknya setiap jenis penghematan dilakukan secara terukur dan bertahap. Jangan membabi buta.

Menabung di Satu “Keranjang”

Dalam dunia finansial, ada metafor yang menarik “Sebaiknya kita meletakkan telur tidak hanya pada satu keranjang. Karena jika satu keranjang jatuh dan telurnya pecah, masih ada telur di keranjang lain”. Ungkapan tersebut berarti jika kamu punya uang, sebaiknya jangan disimpan pada tempat saja, tapi simpan juga di tempat lain. Kalau kamu menyimpan uang di satu rekening, sangat setiap akhir bulan dapat dipastikan rekening itu bisa kosong. Kamu bakalan ngerasa punya uang terus, dan terdorong untuk ngabisin. Makanya lebih baik kamu pisahin tuh rekening konsumsi sama rekening tabungan. Kamu juga bisa nabung dengan sistem autodebet, secara otomatis uang kamu bakalan kepotong setelah gajian.

Mudah Tergoda Diskon

Diskon itu seperti dua mata pisau, si satu sisi diskon memberikan keringanan. Tapi di sisi lain diskon juga penyakit. Kenapa bisa begitu? Dengan adanya diskon secara nggak langsung kamu bakalan “terpaksa” beli meskipun nggak lagi butuh. Pelan tapi pasti penyakit “mudah tergoda diskon” bakalan menggerogoti keinginan kamu untuk nabung. Kamu harus gigih menancapkan keinginan nabung dalam hati. Belilah barang yang memang dibutuhkan.

 

 

 

Your reaction?
LOL LOL
1
LOL
OMG OMG
0
OMG
LOVE LOVE
2
LOVE
!@#$@ !@#$@
0
!@#$@
WTF WTF
0
WTF
ANGRY ANGRY
1
ANGRY
CUTE CUTE
0
CUTE
HAPPY HAPPY
0
HAPPY
DAMN DAMN
1
DAMN

Pemikir, perenung, pemerhati alam semesta, manusia dan kebudayaan

Leave a Reply

log in

reset password

Back to
log in